back to top

We are on

Shopping Cart
0 item(s)
Rp 0.00
Your Cart

Toko Alat Fisioterapi Murah Terlengkap di Indonesia

Toko alat Fisioterapi murah Terlengkap di Indonesia:  Bagi anda yang berprofesi sebagai dokter Atau Rehabilitasi medik, fisioterapis, okupasi terapis dan berbagai pihak yang mempunyai klinik terapi, Kami siap membantu anda dalam rangka memenuhi kebutuhan Alat alat rehabilitasi medik / Alat alat fisioterapi dan Alat kesehatan lainnya, Dengan harga murah, Berkualitas, Dan Bergaransi. Produk produk kami antara lain, alat fisioterapi, alat rehabilitasi medik, alat – alat ortotik prostetik , Alat bantu jalan, Mainan edukasi tumbuh kembang anak serta berbagai sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan terapi untuk membantu mempercepat kesembuhan pasien, berikut  berbagai alat yang sudah kami produksi dan distribusikan:
Untuk mengetahui produk terbaru kami silakan kunjungi http://www.physiostore.biz
1. LSO korset2. TLSO korset
3. Kaki dan Tangan Palsu
4. Collar
5. Dekker
6. Sepatu Ortopedi
7. IR
8. Tens
9. SWD
10. dan berbagai alat fisioterapi dan rehabilitasi medik lainnya
       Untuk bapak atau ibu yang ingin menjual lagi produk – produk kami atau ingin mempunyai workshop, kami menyediakan kesempatan untuk menjadi agen, distributor, serta menjadi perwakilan – perwakilan kami di kota domisili bapak ibu atau di kota atau daerah yang belum ada perwakilan kami. mohon maaf untuk jumlah nya kami batasi, hanya satu agen / distributor di tiap kota atau daerah dan satu perwakilan di tiap satu karisidenan. untuk bapak atau ibu yang berminat menjadi bagian dari keluarga besar kami, dapat langsung menghubungi kontak kami


Pengertian fisioterapi

Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan dan mahluk sosial kultural spritual, yang mempunyai kapasitas fisik dan kemampuan fungfsional sesuai dengan tumbuh kembangnya, dan memiliki kebutuhan untuk melakukan aktivitas hidupnya sesuai dengan peran dan fungsinya dalam keluarga maupun masyarakat.
Kebutuhan inilah yang menjadi fokus perhatian Fisioterapi.

Fisioterapi adalah upaya pelayan kesehatan profesional yang bertanggung jawab atas kapasitas dan kemampuan fungsional bagi umat manusia, yang mempunyai kelainan dan kecacatan fisik yang bersifat sementara dengan menggunakan modalitas sumber fisis, manual terapi dan terapi latihan.
Dengan kata lain Fisioterapi adalah cara untuk memaksimalkan fisik dan potensi gerakan yang mengalami gangguan kesehatan fisik,dimana Fisioterapis hadir melalui kemitraan antara seorang Fisioterapis dan orang yang membutuhkan bantuan.

Kesehatan fisik yang baik adalah sangat penting bagi setiap orang untuk berfungsi mandiri dalam masyarakat. Kesehatan fisik juga menfasilitasi interaksi dan pelibatan kelompok masyarakat dan membawa dampak langsung untuk kesehaan mental. Untuk itulah pelayanan Fisioterapi sangat dibutuhkan bagi kesehatan fisik umat manusia.

Tujuan Fisioterapi

Untuk meningkatkan derajat kesehatan secara optimal, agar dapat menjalankan tugas dan kewajibannya sesuai dengan peran dan fungsinya dalam keluarga dan masyarakat. Hal ini ditujukan kepada semua orang yang membutuhkan dengan tidak membedakan bangsa, suku kepercayaan, politik, dan status sosoial ekonomi.

Berdasarkan pada pengertian fisioterapi maka unit fisioterapi yang ada di Rumah Sakit, Pusat Rehabilitasi, beberapa puskesmas, Klinik swasta dan beberapa asosiasi independen memberikan jenis-jenis Fisioterapi sebagai berikut:

1. Electrotherapy:

- Short Wave Diathermy/UKG
- Stimulasi Listrik/ Faradication Galnication
- Ultra Sonic

2. Actinotherapy:

- Infra Red
- Ultra Violet/Hoogtezon

3. Traction:

- Cervical
- Lumbal/Pelvic

4. Exercise Therapy:

- Passive
- Active
- Walking Training/Walker
- Crutch/Tripot/Stick

5. Breating Exercise & Postural Drainage

6. Prae & Post operasi Exercise

7. Prae & Partum Exercise

8. Test & Evaluation:

- Manual muscle test
- Range of motion

9. Massage & Manipulasi

10. DLL


Dengan berbagai macam jenis fisioterapi tersebut maka fisioterapi menangani kondisi-kondisi atau kasus penyakit antara lain sebagai berikut:

1. Kondisi Pediatrik.

Contoh: Spina Bifida, Bell's Palsy, Club Foot dll

2. Kondisi Ginekologi dan Obstetri.

- Peradangan, kelainan menstruasi dsn kemandulan
Contoh: Salphingitis, Adnexitis, Dismenorhea dll

- Kehamilan dan masa nifas. Terapi Senam kehamilan dan nifas.

3. Kondisi Orthopedi.

- Kondisi sejak lahir.
Contoh: Torticolis, Talipes Equinovarus dll

- Kondisi trauma.
Contoh: Strain, Sprain,Fractur, Dislocation dll

- Kondisi Kerusakan dan kelainan.
Contoh: Rheumatoid Arthritis, Bursitas Osteoarthritis, Osteporose dll

- Kondisi salah sikap.
Contoh: Scoliosis, Lordosis, Kyposis

4. Kondisi Neurologi.

- Kondisi susunan Saraf Pusat Jenis Upper Motor Neuron.
Contoh: Cerebral Palsy, Meningoencephalis dll

- Kondisi Susunan Saraf Perifer dan Pusat Jenis Lower Motor Neuron.
Contah: Atrophy, Bell's Palsy dll

- Kondisi Neurologi lain.
Contah: Paralisis Agitas, Cerebellar, Choroa dll

5. Kondisi Kardio – Respirasi.

- Gangguam jantung.
Contoh: Mitral Desease, Pulmonary Stenosis, Aortic Desease dll

- Gangguan sistema respiratori.
Contoh: Bronchitis Chronic, Asthmatis Bronciale, Pleuritis dll

6. Kondisi Telinga Hidung Tengkorak.

Contoh: Otitis media, Tuber catar, Sinusitis dll

7. Cedera karena Olahraga.

Dalam pelayan Fisioterapi kerjasama tim sangat dibutuhkan, yang meliputi Dokter Spesialis/Umum dan Fisioterapis. Di Rumah Sakit dan Struktur organisasi lainnya, biasanya seorang dokter merujuk ke Fisioterapis setelah pemeriksaan/diagnosa. Fisioterapis dapat juga meminta rujukan bila yakin perawatan Fisioterapi menguntungkan untuk masalah spesifik Fisioterapi. Namun secara khusus, seorang Fisioterapis dapat memberikan konsultasi tanpa adanya rujukan dari seorang dokter.
Oleh karena itu, dalam halaman ini saya akan menulis beberapa kondisi/kasus fisioterapi dan treatment-treatmentnya dengan menggunakan metode Fisioterapi, terutama kasus Fisioterapi yang sering dikeluhkan oleh para penderita.
Kiranya semua ini bermanfaat bagi kita semua.

Info kemajuan fisioterapi dan konsep terapi fisik

Kemajuan fisioterapi dan konsep terapi fisik. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, terapi fisik adalah ilmu pengobatan melalui fisik, latihan terapi pijat, dan elektroterapi. Selain itu, pengujian fisik mencakup listrik dan manual untuk menentukan nilai keterlibatan dan tes kekuatan otot untuk menentukan kemampuan fungsional, berbagai gerakan sendi dan ukuran kapasitas vital.
Hari ini, berkat kemajuan teknologi dan benar untuk sejarah dan tradisi, telah banyak agen Fisik (pijat, air, suara, listrik, gerak, cahaya, panas, dingin, tapi…), tanpa mengabaikan atau meninggalkan pengembangan dan promosi konsep baru dan metode terapi manual ( alat utama terapis ) untuk pencegahan, penyembuhan pengobatan, dan pemulihan sejumlah besar penyakit dan cedera.
Kemajuan terbaru dalam ini Fisioterapi adalah perbaikan peralatan dan teknik khusus dikombinasikan dengan perawatan baru yang mengarah ke lebih baik, pencegahan pemulihan dan kualitas hidup.
Fisioterapi menggunakan terapi pijat (pijat dari berbagai jenis ), yang kinesoterapia (gerakan terapi), thermotherapy ( inframerah, parafin, microwave ), USG, peregangan, drainase limfatik, terapi laser, hidroterapi ( terapi air m3ediante ) dll
Fisioterapi Hari ini terlibat dalam proses patologis semua spesialisasi klinis, asalkan diberi aplikasi dari setiap modalitas terapi fisik.
Apa itu TENS
TENS merupakan salah satu dari sekian banyak modalitas yang digunakan oleh profesi Fisioterapi di Indonesia. Fisioterapi adalah salah satu dari tenaga medis yang bergerak dalam hal mempebaiki gerak dan fungsi. TENS merupakan suatu cara penggunaan energi listrik yang berguna untuk merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit dan terbukti efektif untuk mengurangi berbagai tipe nyeri (Meryl Roth, 1992).
TENS mampu mengaktivasi baik serabut saraf berdiameter besar maupun berdiameter kecil yang akan menyampaikan berbagai informasi sensoris ke sistem saraf pusat. Efektivitas TENS dapat diterangkan lewat teori kontrol gerbang (gate control )nya Melzack dan Wall yang diaplikasikan dengan intensitas comfortable. Lewat stimulasi antidromik TENS dapat memblokir hantaran rangsang dari nociceptor ke medulla spinalis. Stimulasi antidromik dapat mengakibatkan terlepasnya materi P dari neuron sensoris yang akan berakibat terjadinya vasodilatasi arteriole yang merupakan dasar bagi terjadinya triple responses. (Slamet Parjoto, 2001)
Mekanisme lain yang dapat dicapai oleh TENS ialah mengaktivasi system saraf otonom yang akan menimbulkan tanggap rangsang vasomotor yang dapat mengubah kimiawi jaringan. Postulat lain menyatakan bahwa TENS dapat mengurangi nyeri melalui pelepasan opioid endogen di SSP. TENS dapat juga menimbulkan efek analgetik lewat sistem inhibisi opioid endogen dengan cara mengaktivasi batang otak. Stimulasi listrik yang diberikan cukup jauh dari jaringan yang cidera /rusak, sehingga jaringan yang menimbulkan nyeri tetap efektif untuk memodulasi nyeri. (Slamet Parjoto, 2001)
Pada penggunaan TENS perlu diperhatikan beberapa hal yaitu tentang indikasi dan kontra indikasi pada penggunaan TENS. Indikasinya dibagi menjadi 2yaitu nyeri akut dan nyeri kronis, indikasinya meliputi : Nyeri akibat trauma, musculoskeletal, sindroma kompresi neurovaskuler, neuralgia, causalgia. Sedangkan kontra indikasi dari TENS yaitu pada penderita dengan alat pacu jantung, alat-alat listrik yang ditemukan pada tubuh pasien. (Taswin-Yacob, MN Jenie, 1991)
Efek samping dari TENS yang sering timbul adalah alergi pada kulit dimana elektroda ditempelkan. Reaksi tersebut biasanya disebabkan oleh gel pada waktu menempelkan elektroda. (Taswin-Yacob, MN Jenie, 1991)

Fungsi Fisioterapi

Fisioterapi
From Jonathan Cluett, M.D.,
Modifikasi : Jowir

Bagaimana Fisioterapi Dapat Membantu Fungsi Rehabilitasi Anda?
Apakah fisioterapi itu? Fisioterapi adalah pelatih khusus yang bekerja dengan pasien untuk mengembalikan aktivitas, kekuatan dan gerakan pasien termasuk didalamnya pasien yang mengalami cide ra ataupun operasi. Fisioterapi dapat melatih pasien dengan olahraga khusus, penguluran dan bermacam-macam tehnik dan menggunakan beberapa alat khusus untuk mengatasi masalah yang dihadapi pasien yang tidak dapat diatasi dengan latihan –latihan fisioterapi.

Kenapa fisioterapi penting?

Fisioterapi penting dalam hal ortopedik untuk dua alasan utama
• Pertama, tipe pasien ortopedik mempunyai kekurangan yang membutuhkan penanganan. Sebagai contoh, pasien dengan carpal tunel syndrome (syndrome pada terowongan tulang pergelangan tangan) mempunyai kelemahan khusus pada otot tangannya dan membutuhkan target latihan untuk mengembalikan fugsinya. Atau pada sendi lutut sebagai contohnya chondromalacia mempunyai ketidakseimbangan pada otot-otot disekitar sendi lututnya. Seorang fisioterapi dapat melatih pasien dengan latihan-latihan tertentu untuk otot-otot tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan fungsi dan menurunkan masalahnya.
• Kedua, fisioterapi banyak mengetahui tentang prosedur operasi, tujuan latihan, anatomi otot dan tulang serta dapat menyesuaikan kondisi untuk meningkatkan gerak dan fungsi pasien. Setelah mengetahui tatacara operasi seperti penggantian sendi pinggul, ini sangat penting untuk mengetahui terapi yang diberikan kepada pasien disesuaikan dengan tatacara operasi. Beberapa operasi berpengaruh pada keterbatasan gerak dan luas gerak sendinya, untuk itu seseorang yang mengetahui banyak tentang masalah seputar tatacara operasi dibutuhkan untuk mengembalikan gerak dan fungsi pasien sehingga tujuan terpi dapt tercapai

Banyak masalah-masalah ortopedik yang dapat ditangani tanpa ikut campur tangan seorang fisioterapi. Seringkali dengan latihan sederhana atau penguluran dapat menolong pasien untuk meningkatkan kondisinya. Walaupun demikian banyak juga kondisi komplikasi ortopedik yang membutuhkan latihan khusus bersama fisioterapi untuk merawat pasien.

Apakah hal terpenting yang bisa dilakukan fisioterapi?

Fisioterapi mempunyai banyak peralatan rehabilitasi, beberapa ketrampilan khusus yang dimiliki seorang fisioterapi adalah:
Streetching/Penguluran
Penguluran adalah penting untuk menjaga luas gerak sendi disekitar persendian. Jika pasien mempunyai kekakuan pada sendinya, aktivitas normal seperti membuka botol atau menaiki tangga kadang terganggu. Dengan penguluran yang tepat, keterbatasan fungsi ini dapat diatasi. Apabila terdapat cidera atau melakukan operasi,jaringan parut dan kontraksi jaringan lunak adalah hasilnya dan penguluran penting untuk dilakukan.
o Strengthening/penguatan
latihan penguatan dilakukan untuk membantu pasien meningkatkan fungsi dari otot. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kekuatan, ketahanan dan menjaga meningkatkan lingkup gerak sendinya. Tipe paling umum untuk latihan penguatan adalah:
o Closed Chain
Latihan closed chain dilakuka dengan posisi kaki terkunci dengan tanah. Sebagai contohnya adalah leg squat. Tujuan latihan ini untuk keseimbangan dan kekuatan otot. Dengan melakukan legsquat ini otot yang lemah yaitu quadriceps dan lawannya hamstring, keduanya berkontraksi sehingga kekuatan dan keseimbangan kedua otot tercapai. Latihan Open chain seperti leg ekstension kesimbangan dan kekuatan kedua otot tidak tercapai.
o Proprioceptive
Propiosepsi adalah rasa untuk mengetahui letak bagian dari tubuh. Ini mungkin merupakan konsepe sulit ketika anda memegang Sesutu benda sampai anda kehilangan benda tersebut, karena begitu banyaknya propiosepsi bekerja tanpa anda sadari. Ketika anda kehilangan propiosepsi,sebagai contohnya sendi pergelangan kaki setelah sprain/cidera ligament, pasien sering mengeluh ketidakstabilan sensasi pada sendinya. Latihan propiosepsi mengarahkan tubuh anda untuk mengontrol posisi dari sendi yang cidera.
Ice and Heat Therapy
Dingin dan panas ditujukan untuk menghangatkan dan mendinginkan otot, sebagai catatan modalitas ini dapat meningkatkan aliran darah dan dapat menurunkan pembengkakan. Ini mungkin merupakan aspek terpenting dalam proses terapeutik
Ultrasound
Ultrasound uses high frequency sound waves (not within the range we can hear) to stimulate the deep tissues within the body. By passing an ultrasound probe over the body, deep tissues are stimulated by the vibration of the sound wave. This leads to warming and increased blood flow to these tissues.
Electrical Stimulation
Elektrikal stimulasi yaitu terapi dengan menggunakan listrik. Dengan memasang arus listrik pada daerah yang bersangkutan/mengalami nyeri, syaraf yang menghantarkan rasa nyeri diubah. Pasien sering merasakan nyerinya berkurang setelah treatment tersebut.
Aquatic Therapy
Aquatic terapi atau Terapi dengan air adalah cara terhebat untuk mengembalikan kembali gerakan dan menjaga kekuatan dan latihan ini dilakukan dikolam renang. Latihan ini menjadi sangat terkenal akhir tahun ini karena banyak pasien yang kesulitan dalam latihan menjadi bisa ketika dilakukannya didalam air. Adanya kekuatan untuk mengapung membantu tubuh dan air juga memberikan tahanan gentle/perlahan-lahan sehingga meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh.
Biofeedback
Biofeedback adalah menggunakan berbagai peralatan untuk meningkatkan satu atau grup otot yang lemah.

Komunikasi Fisioterapi

Komunikasi Teraupetik Pada Usia Akhir
 Pengertian
Komunikasi therapeutik adalah komunikasi ditujukan untuk mengubah perilaku klien dalam pencapai tingkat kesehatan yang optimal. (Stuart. G.W. 1998). Komunikasi therapeutik adalah kemampuan atua keterampilan perawat untuk membantu klien beradaptasi terhadap stres, mengatasi gangguan psikologis, dan belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain. (Northhouse, 1998).
Tujuan
Tujuan komunikasi therapeutik adalah :
1. Realisasi diri, penerimaan diri dan peningkatan penghormatan diri.
2. Kemampuan membina hubungan interpersonal yang tidak superfisial dan akan saling bergantung dengan orang lain.
3. Peningkatan fungsi dan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan yang realistis.
4. Identitas personal yang jelas dan peningkatan integritas diri.
Prinsip
Prinsip komunikasi therapeutik yaitu :
1. Hubungan perawat dengan klien adalah hubungan therapeutik yang saling menguntungkan.
2. Perawat harus menghargai keunikan klien.
3. Semua komunikasi yang dilakukan harus dapat menajga harga diri pemberi maupun penerma pesan, dalam hal ini perawat harus mampu menjaga harga dirinya dan harga diri klien.
4. Komunikasi yang menciptakan tumbuhnya hubungan saling percaya (trust).
Menghadirkan Diri
Menurut Haber J (1982) terdapat sebuah sikap atau cara menghadirkan diri secara fisik, yaitu :
1. Berhadapan
Berhadapan artinya menghadap klien, dengan jujur dan terbuka yaitu sikap tubuh dan wajar menghadap ke klien.
2. Mempertahankan kontak mata
Kontak mata menunjukkan bahwa perawat mendengar dan memperhatikan klien. Kontak mata pada level yang sama atau sejajar berarti menghargai klien dan mengatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi.
3. Membungkuk ke arah pasien.
Posisi ini menunjukkan bahwa perawat merespons dan perhatian terhadap klien, dan menunjukkan keinginan untuk membantu klien.
4. Mempertahankan sikap terbuka.
5. Tetap rileks.
Tahapan komunikasi therapeutik
1. Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan ini perawat menggali perasaan dan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. Pada tahap ini juga perawat mencari informasi tentang klien.
Tugas perawat pada tahap ini adalah :
* Mengeksplorasi perasaan, harapan dan kecemaasn, sebelum berinteaksi dengan klien, perawat perlu mengkaji perasaannya sendiri.
* Menganalisa kekuatan dan kelemahan diri.
* Mengumpulkan data tentang klien.
* Merencanakan pertemuan pertama dengan klien.
2. Tahap Perkenalan
Perkenalan merupakan kegiatan yang dilakukan perawat saat pertama kali bertemu atau kontak dengan klien.
Tugas perawat pada tahap ini adalah :
* a. Membina rasa saling percaya, menunjukkan penerimaan, dan komunikasi terbuka.
* b. Merumuskan kontrak bersama klien.
* c. Menggali pikiran dan perasaan serta mengidentifikasi masalah klien.
* d. Merumuskan tujuan dengan klien.
3. Tahap Kerja
Pada tahap ini perawat dan klien bekerja bersama-sama untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien.
Pada tahap ini dituntut kemampuan perawat dalam mendorong klien mengungkapkan perasaan dan pikirannya, dituntut untuk mempunyai kepekaan dan tingkat analisis yang tinggi terhadap adanya perubahan dalam respon verbal maupun non verbal klien.
Dalam tahap kerja perawat perlu melakukan Active Listening karena tugas perawat pada tahap kerja ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah klien, perawat diharapkan mampu menyimpulkan percakapannya dengan klien.
4. Tahap Terminasi
Terminasi merupakan akhir dari pertemuan perawat-klien. Tahap terminasi dibagi dua yaitu terminasi sementara dan terminasi akhir.
Terminasi sementara adalah akhir dari tiap pertemuan perawat-klien.
Terminasi akhir terjadi jika perawat telah menyelesaikan proses keperawatan secara keseluruhan.
Tugas perawat pada tahap ini adalah :
* a. Mengevaluasi encapaian tujuan dari interaksi yang telah dilakukan. Evaluasi ini disebut evaluasi objektif.
* b. Melakukan evaluasi subyektif
* Evaluasi subjektive dilakukan dengan menanyakan perasaan klien setelah berinteraksi dengan perawat.
* c. Menyepakati tindak lanjut terhadap interaksi interaksi yang telah dilakukan.
* d. Membuat kontak untuk pertemuan berikutnya.

Strategi menanggapi respon klien

1. Bertanya
Bertanya merupakan teknik yang dapat mendorong klien untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya.
2. Mendengarkan
Mendengarkan merupakan dasar utama dalam komunikasi therapeutik.
3. Mengulang
Mengulang yaitu kembali pikiran utama yang telah diekspresikan oleh klien.
4. Klasifikasi
Klasifikasi adalah meyakinkan kembali ide-ide pikiran klien yang tidak jelas atau meminta klien untuk menjelaskan arti dari ungkapannya.
5. Refleksi
Refleksi adalah mengarahkan kembali ide, perasaan, pertanyaan, dan isi pembicaraan kembali klien.
6. Memfokuskan.
7. Diam
8. Memberi informasi
9. Menyimpulkan
10. Mengubah cara pandang
11. Eksporasi
12. Membagi persepsi
13. Mengidentifikasi tema
14. Humor
15. Memberi pujian

Description
Reviews

shipping

SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
0 item(s) in cart

bank acc

Copyright © 2016.
ALAT FISIOTERAPI | CV. PHYSIOSTORE INDONESIA Allright reserved.
Proudly by Blogger
cart
0 items in cart